Kediri,  matacandra,online – Kawasan Pecinan di Kota Kediri kembali menunjukkan pesonanya. Di balik deretan bangunan tua yang menyimpan jejak sejarah masyarakat Tionghoa, kini hadir suasana berbeda di sepanjang Jalan Dr. Wahidin, Kelurahan Pakelan. Pada Sabtu (15/11/2025), kawasan yang biasanya sepi tersebut mendadak ramai oleh para pedagang makanan dan minuman yang meramaikan pembukaan perdana Kopi Pagi Pecinan Ngangenin (KOPINANG).

Meski hujan sempat mengguyur, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Pengunjung tampak menikmati suasana unik sembari mencicipi beragam kuliner khas dan minuman racikan pelaku UMKM. Mereka datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga merasakan atmosfer Pecinan yang kental dengan budaya dan bangunan heritage, seperti Klenteng Tjoe Hwie Kiong serta gedung Kelurahan Pakelan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Melihat potensi ekonomi yang menjanjikan, pemerintah setempat bersama Pemerintah Kota Kediri merumuskan konsep ruang kongkow yang memadukan kuliner dan nuansa klasik Pecinan.

“Kami berupaya menyediakan ruang bagi pelaku UMKM yang membutuhkan wadah untuk mempromosikan produk mereka,” jelas Kepala Dinas Koperasi UMTK Kota Kediri, Eko Lukmono. Ia menambahkan, pembukaan perdana ini justru menarik lebih banyak pelaku usaha dibanding perkiraan awal. “Awalnya ada 25 peserta, tapi setelah proses kurasi, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 30, termasuk barbershop, kedai kopi, dan beragam kuliner lainnya,” ungkapnya.

Eko juga menyampaikan kemungkinan pengembangan konsep kawasan kuliner bertema Chinese Halal di tahun mendatang. Ia berharap ide-ide kreatif dari pelaku UMKM terus bermunculan tanpa harus menunggu arahan pemerintah.

Sementara itu, Camat Kota Kediri Agus Suhariyanto menuturkan bahwa event ini merupakan wujud respon pemerintah terhadap aspirasi komunitas pecinta kopi sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi lokal.

“Konsep Pecinan ini menjadi embrio awal. Nantinya akan kita tata lebih baik agar warga Pakelan bisa terlibat langsung. Kegiatan ini digelar setiap Sabtu mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, dan murni inisiatif komunitas tanpa menggunakan dana APBD,” tegasnya.

Salah satu pelaku UMKM, Oriza, mengaku senang bisa berkolaborasi dalam event ini. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha yang ikut meramaikan KOPINANG.
“Melihat perkembangan industri kreatif di Kediri, saya optimistis. Teman-teman kompak dan semangat. Ke depan perlu ada ciri khas khusus agar KOPINANG punya identitas yang semakin kuat,” ujarnya.

Selain jajanan dan minuman khas, KOPINANG juga menawarkan berbagai jasa unik seperti tukang cukur rambut hingga pembaca kartu tarot, yang menambah daya tarik kawasan ini.

Dengan konsep yang memadukan kuliner, budaya, dan sejarah, KOPINANG digadang-gadang menjadi salah satu tren wisata kuliner terbaru di Kota Kediri yang siap menarik lebih banyak pengunjung pada pekan-pekan mendatang.(red.al)